Ketika saya bergabung, saya hanyalah seorang bocah “anak emas’ demikian saya disebut saat ini, kini di Madrid saya seorang Veteran.
Saya bahagia ketika Brasil memenangi Piala Dunia 2002, saya masih muda dan hanya turun di satu pertandingan, tetapi itu adalah peluang untuk menjadi besar.
Ronaldo adalah pemain terbaik dunia pada saat itu. Secara umum saya bahagia lantaran kemenangan penting tersebut, seperti kemenangan di Piala Konfederasi bersama Brasil ataupun Liga Champions bersama AC Milan tetapi menang di Piala Dunia adalah segalanya dan sebagai pemain Brasil, prestasi itulah yang paling tinggi yang bisa Anda raih, suatu beban yang harus dipikul oleh setiap pemain Brasil.
Sepakbola melukai hati saya saat final Liga Champions 2005 melawan Liverpool. Ketika sudah unggul 3-0, Anda seharusnya menang. Laga tersebut semestinya tak perlu berakhir dengan adu penalti. Kekalahan tersebut sungguh diluar akal sehat kami semua malam itu.
Saya tak pernah ungkapkan sebelumnya, bahwa saya selalu menemukan pengalaman emosional saat bermain di Milan. Saya bagian dari sejarah klub itu. Para fans hebat sekali dan selalu menunjukkan rasa cinta kepada saya. Saya masih berkawan dengan pemain-pemain di tim itu da masih mengikuti perkembangannya setiap pekan.
Bila saya tak menjadi pesekbola maka saya akan menjadi pastur Evangelic. Saya seorang yang sangat religius. Itulah mengapa saya memakai kaos dalam bertuliskan ” I Belong to Jesus” dalam setiap laga dan selalu menunjuk ke atas seusai mencetak gol. Itulah cara saya menunjukkan kepada setiap orang di mana hati saya berada.
Idola saya semasa kecil adalah orang tua saya, mereka bekerja sangat keras sepanjang hidup mereka sehingga saya bisa memililki pendidikan yang bagus dan tumbuh di sebuah keluarga yang bahagia. Saya tak akan menjadi seperti ini tanpa mereka.
Momen paling membanggakan saya adalah ketika mantan manajer saya Carlo Ancelotti membandingkan saya dengan Michael Platini. Itulah pujian terbesar yang diberikan kepada saya – Platini adalah salah satu gelandang yang pernah ada. Diperbandingkan dengannya sangat berarti buat saya.
Bila saya bisa mengubah satu hal dalam sepakbola, maka saya akan mengubah Piala Dunia 2006 dijuarai oleh Brasil. Kami memiliki tim yang kuat, tetapi tidak bisa meraih kemenangan yang kami butuhkan saat melawan Prancis. Kekalahan tersebut menyakitkan, saya pikir final Brasil versus Italia akan menjadi final yang hebat.
Bagi saya sepakbola adalah sebuah permaianan yang memberikan kebahagiaan buat setiap orang. Sepakbola membuat saya menjadi seorang idola dan saya bisa membantu banyak orang melalui sepak bola.
Tiga kata yang menggambarkan diri saya adalah setia,pekerja keras dan berdikasi. Tiga kualitas ini esensial bila ingin sukses dalam sepakbola maupun dalam kehidupan secara umum. Sepak bola adalah permainan tim, anda harus bekerja sama dengan pemain lain saban hari, saat berlatih maupun ketika bertanding. Jadi penting sekali memberikan apa yang terbaik yang anda punya.
Hal yang paling saya sayangi adalah keluarga saya. Istri dan anak-anak saya adalah orang-orang paling penting dalam hidup saya.
Saya sebenarnya mempunyai satu harapan yaitu memenangi Liga Champions bersama Madrid dan Juara Piala Dunia di Maracana. Memenangi Piala Dunia di kandang sendiri pada 2014 adalah satu-satunya kesempatan dalam seumur hidup.
http://www.infomilan1899.com/kaka-dengan-harapan-keinginan-dan-kecintaannya-kepada-ac-milan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar